Aku merenungkan sebuah cara untuk mencintai sore ini. Aku berpikir, bagaimana mekanisme otak dan hatiku bekerja sama untuk mengingat kamu, menyebut namamu, berdoa untukmu, hingga menghasilkan sebuah rasa senang dan tenang.
aah, mungkin ini sedikit berlebihan, tapi memang benar terjadi. Aku selalu mengingat kamu ketika aku mengalami kesulitan dalam aktivitasku. Bayanganmu itu menjadi semacam obat, seperti es teh manis segar yang aku minum saat berbuka puasa. Melegakan, membuat aku tenang dan semangat lagi untuk berusaha.
Aku senang bisa melakukan itu. Bagaimana denganmu, apakah
kamu senang ada aku yang bisa melakukan ini? Kalau aku jadi kamu, tentu saja
aku senang, aku sangat bersyukur bila ada orang yang terbantu, bahkan tanpa aku
melakukan apa-apa. Aku senang mengetahui bila ternyata aku cukup berharga bagi
orang lain.