Sudah Senin, 22 Desember 2025 01.11 wib

Target kita 2026 terlihat keren sekali, Es!
"Lancar membaca buku berbahasa Inggris"
Ya, sangat menantang. Gunung inilah yang akan kita daki tahun 2026. Kamu tau segimana level bahasa Inggrismu, dan kamu juga tau harga buku-buku impor itu. Semangat sayangku! Kita tentu bisa! Dengan usaha dan disiplin. Bismillah.
Senin, 6 Oktober 2025
Buku ke-28, bab 1, halaman 6

Ya Illahi Rabbi, Engkau tentu paham kegelisahanku malam ini. Kegelisahan yang sudah lama sekali mengantri, malam ini ia memaksaku menghadapinya. Menggedor kepalaku untuk memikirkannya saja.

Kegelisahan tentang siapakah yang cocok untuk menggantikanku di posisi kurikulum MIQA Aqsyanna. Aku harus segera pergi dari sana. Bukan, bukan karena aku lelah atau tidak mau lagi menyumbangkan tenaga dan pikiranku di MIQA, tapi karena aku milik Lenna. Lenna sangat membutuhkanku, dan Lenna adalah anak kandungku.

Ya Rabb, tenangkan lah kegelisahan hatiku, jernihkan lah pikiranku. Agar aku bisa membaca tanda dan petunjuk-Mu. Wahai yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sayangilah aku, kasihilah aku. Terima kasih ya Allah, ya Illahi, Rabbi.
Kamis, 2 Oktober 2025
Buku ke-28, Bab 1, halaman 2

Hujan gerimis mulai turun sejak jam 9 pagi tadi. Matahari sempat muncul, namun awan-awan kembali menutupi langit sampai sore tadi. Beberapa kali turun hujan, sebentar. Sebentar hujan sebentar reda.

Hari ini aku cukup produktif. Aku bekerja sampai badanku terasa sakit karena duduk di depan laptop seharian. Menginput dan mengolah data. Hanya istirahat untuk sholat, makan pun aku sambilan.

Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu ya Rabb.
Jum'at, 26 September 2025

beberapa hari menuju umur 28
97 hari menuju tahun 2026

Ya Rabb, ampunilah aku yang lemah dan lalai ini. Maafkan aku ya Rabb, sesungguhnya aku kalah lagi, kalah dari hawa nafsuku. Ampuni aku, sesungguhnya aku telah menganiaya diri sendiri. Ampunilah aku ya Rabb.

Dan Ya Rabb, Engkau tau aku memotong rambut dengan tanpa sadar hari Rabu kemarin. Tiba-tiba saja aku mengambil gunting lalu mulai memotong rambut sendiri. Tiba-tiba sudah selesai, tiba-tiba rambutku pendek sekali sampai tidak bisa diikat. Aku benar-benar tidak berpikir. Aku kenapa ya Allah?
Kamis, 28 Agustus 2025

Aku mengaudit besar-besaran keuanganku pagi tadi. Sebab aku merasa ada yang tak beres dengan keuanganku beberapa waktu belakangan ini.

Dan ternyata uangku hanya tinggal 50 ribu rupiah untuk survive sampai tanggal 5 September nanti. Bayangkan! Bagaimana caraku hidup hanya dengan 50 ribu untuk 9 hari ke depan?

Tapi aku tenang. Hatiku percaya bahwa Allah tidak akan membiarkanku mati kelaparan. Ketika aku masih bangun dan bernapas di pagi hari, artinya aku masih diberi kesempatan. Sederhana saja. Rezeki itu tak melulu tentang uang, bahkan di dunia yang serba menggunakan uang ini.

Alhamdulillah. Segala puji bagi-Mu ya Rabb, Tuhan semesta alam.
Selasa, 5 Agustus 2025

Ternyata bukan kamu orangnya. Informasi ini valid, no debat. Seharusnya dengan informasi ini aku patah hati dan bersedih. Namun sebaliknya, aku merasa bebas merdeka. Aku merasa lega atas segala kegelisahan tentangmu selama ini.

Aku bisa menyampaikan baik-baik pada hatiku, perihal jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. Tentang siapa sebenarnya kamu? Tentang mengapa telingaku merasa akrab sekali dengan suaramu, tentang pertanda-pertanda yang terbaca, tentang do'a bu Ellin, tentang mata kita yang bertemu di malam ke-17 Ramadan lalu, tentang rumah di Bintaro yang pernah kamu ceritakan, tentang benda-benda yang pernah kamu berikan, tentang gerak-gerikmu, tentang ucapan-ucapanmu, tentang celetukan teman dekatmu, tentang sikap-sikapmu yang membuatku selalu menerka-nerka.

Semua. Aku lega akhirnya semua terjawab dengan sepotong chat darimu pagi tadi. Terima kasih. Seharusnya aku patah hati. Tapi, aku lega, merasa bebas merdeka.
Jum'at, 25 Juli 2025

Update hari ke-15 hidup bebas dan mandiri. Sebut saja hidup seperti Larry. Aku masih hidup, masih seperti manusia normal, masih santai-santai saja. Belum ada gebrakan-gebrakan yang membuatku sangat bersemangat di siang hari dan sekaligus menangis tersedu di malam hari. Ya Rabb, Engkau tentu paham maksudku.

Hidupku masih santai, namun beberapa kondisi hati dan pikiran mulai ada pergerakan. Mulai berubah. Aku, dengan bersungguh-sungguh mulai merasa butuh sosok pendamping. Mau menunggu apa lagi? Umurku sudah lewat 27
Ya Rabbi, I live for you.
I did everything, for you.
I'll get married, for you.
I'll have children, for you.
I studied, work hard, for you.
I wanted to be educated, for you.
Study the Qur'an, for you.
Everything ya Rabb, just for you.
Ya Rabb, be my witness. Please watch over me.
Ahad, 13 Juli 2025

Ada sesuatu yang aku lanjutkan hari ini. Tapi kali ini tanpa kamu. Entah apa alasanmu, yang aku tau adalah kamu sudah tidak mau bersama-sama lagi. Kamu memutuskan untuk pergi.

Ku katakan pada diriku bahwa mulai hari ini aku harus belajar melupakan kamu. Aku harus paham bahwa kamu hanyalah satu di antara jutaan manusia yang lalu-lalang dalam hidupku.

Malam ini ku lihat jam sudah pukul 11 lewat 10. Sebelum aku tidur, aku ingin mengucapkan terima kasih padamu. Kamu telah menjadi penguat hatiku dalam dua musim belakangan ini. 

Pergilah.. kejarlah keinginanmu. Berbuatlah sesukamu, sesuai yang kamu yakini. Kamu tidak tau kalau hatiku masih begitu layu setelah kamu tinggal pergi. Tapi tidak apa-apa, biar ku nikmati dulu layuku ini.

Allah Maha Baik, Allah Maha Bijaksana. Jika memang kita ditakdirkan bersama, maka akan bersama. Aku bisa bersabar dalam penantianku. Tapi tolong bersegera ya. Namun kalau memang bukan, tidak apa-apa.

Aku tau aku mungkin akan terluka, tapi tidak apa-apa. Aku kuat. Aku sudah banyak melewati banyak luka, dan aku selalu sembuh. Aku tetap akan baik-baik saja. Tidak apa-apa.
Ya Allah, ya Illahi, Rabbi, ku serahkan hidup ini pada-Mu ya Rabb. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. 

Ya Rabb, bimbinglah aku, bukalah mata hatiku, jernihkan pikiranku, kuatkan tubuhku untuk mengerjakan semua yang Engkau tugaskan. Engkaulah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Engkaulah sang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.

Ya Rabb, buatlah aku mengerti, buatlah aku mampu membaca dan paham dengan segala pertanda-pertanda yang Engkau berikan. Luaskan dan lembutkanlah hatiku, buatlah aku mampu berkasih sayang kepada segalanya.

Ya Illahi, sayangilah aku, bersihkanlah aku, selamatkanlah aku. Biar ku laksanakan semua yang Engkau inginkan sampai tiba saatnya aku pulang. Biar ku tanggung rindu ini untuk menghadap kebesaran wajah-Mu.

Ya Allah, terima kasih atas anugerah kesadaran dan rasa ini ya Rabb. Jangan Engkau cabut lagi dariku, jangan Engkau buat aku lupa dengan rasa ini, jangan Engkau buat aku terlena dengan ingar-bingar dunia ini.

Terima kasih ya Allah, aku mencintai-Mu. Ridhoilah aku ya Rabb♡
Rabu, 2 Juli 2025

Pukul 15.59 wib, aku sedang berada di KRL menuju stasiun Sudimara. Perjalanan masih lumayan lama, aku baru berada di stasiun Depok. Keretanya sepi, hanya ada 12 orang di gerbong ini.

Ada seorang pemuda yang sedang membaca buku di pojok kanan sana sambil terkantuk-kantuk. Sepertinya itu buku mata kuliah. Aku ingin melihat dia sedang membaca buku apa? Tapi aku tidak berani menoleh ke arah sana. 

Aku ingin sedikit berefleksi sore ini. Merenungkan banyak hal, kejadian-kejadian yang sambung-menyambung dalam beberapa waktu belakangan. Aku tidak punya uang saat ini, tapi hatiku tenang. Hanya ada 100 ribu di dompetku, tapi itu sudah cukup.

Aku akan memulai hidup baru dalam beberapa hari ini. Sesuatu yang membuatku begitu bersemangat! Tadi malam aku berkata pada Nunu bahwa aku seperti hidup di dalam mimpi-mimpiku! Nanti aku ceritakan di sini. Pokoknya ini adalah sebuah anugerah, bentuk kebaikan, kasih sayang, dan perhatiannya Allah padaku.

Terima kasih banyak ya Allah, ya Illahi, Rabbi. Engkau baik sekali padaku. Terima kasih Engkau tidak mengabulkan doa-doaku waktu itu. Maafkan aku yang waktu itu cengeng sekali. Apa lagi yang bisa aku lakukan selain menangis? 

Namun sejujurnya, aku tetap percaya pada-Mu. Aku tau kemarin-kemarin itu menyakitkan, dan aku tau Engkau tau. Aku tau Engkau kasihan melihatku yang menangis 5 sampai 7 kali sehari setiap hari. Aku juga tau Engkau memang harus diam dahulu sementara Engkau mempersiapkan segalanya tanpa sepengetahuanku. Terima kasih, segala puji bagi-Mu, Tuhan semesta alam.
Ahad, 22 Juni 2025

Ya Allah, ya Illahi, Rabbi. Beneran ya Rabb, aku bingung. Aku takut. Apa yang sebenernya sedang Engkau rencanakan? Bolehkah aku berkata bahwa aku sudah berusaha?

Ya Tuhanku, tolong tambahkan pemahamanku bahwa Engkau sungguh-sungguh Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Saksikanlah ya Rabb, bahwa hati ini sudah mulai meredup. Aku takut hati ini akan mati seperti matinya nyala kecil di atas kayu basah di pinggir sungai.

Aku tau ya Rabb, aku tau kata-Mu dalam surah Al-Baqarah ayat 38 agar mengikuti petunjuk-Mu. Tapi bagaimana wujud petunjuk itu? Siapakah petunjuk itu? Tolong anugerahkanlah padaku ya Rabb. Aku tidak paham. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, aku tidak tau ke mana kaki harus dilangkahlan.

Ya Illahi, kasihanilah aku. Hamba-Mu yang lalai ini. Ya Rabb, maafkan aku, tapi aku tetap meminta dan memohon kepada-Mu, dengan segala kezholiman dan dosa-dosa yang masih membelenggu. Ya Allah, ya Illahi, Rabbi. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan Muhammad adalah utusan Allah.
Kamis, 19 Juni 2025

Hampir sebulan aku tidak menulis di sini. Mungkin karena kepalaku terlalu pusing untuk sekedar menuliskan sesuatu yang aku alami dan rasakan sehari-hari. Terlalu lelah untuk mengungkapkan semuanya.

Malam ini aku lebih lelah lagi, tapi aku menulis juga. Air mata itu tetap mengalir setiap hari meski hanya setetes dua tetes. Dan malam ini air itu tumpah, seperti banjir bandang yang menyerang.

Kadang aku heran pada diriku sendiri, sampai kapan mau seperti ini?? Sampai kapan aku masih terus berjalan di pinggir jurang? Setiap hari merasa tak aman dan ketakutan? Ah, apa sih aku ini?
Kamis, 22 Mei 2025

Hari ini aku beberapa kali hampir pingsan. Tapi seperti biasa, aku tidak akan pingsan. Karena aku tau itu akan menyusahkan. Aku akan mempertahankan kesadaranku sekuat mungkin. Aku tidak akan pingsan.

Dari tadi pagi badanku terasa berat, dan hilang kendali saat aku berdiri dan berjalan. Penglihatan gelap, kepala berputar-putar, oleng, dan hatiku sedih.

Aku masih menangis nyaris setiap hari sejak Ramadan lalu. Selalu saja ada waktu untuk menangis setiap hari, meski itu hanya beberapa detik. Dan malam ini tangisku sangat banyak. Sebab beberapa kali dihantam kenyataan yang entahlah.. rasanya aku ingin menghilang saja.

Aku berusaha menguatkan diri, berbisik pada hati bahwa semua akan selesai, semua akan baik-baik saja. Terus mengemis pertolongan dan rasa kasihan Allah untuk hamba-Nya yang lalai ini.

Sekarang pukul 21.21, dan aku menerima satu kabar buruk lagi. Ah, tidak ada yang buruk. Ini semua kehendak Allah. Allah tau yang terbaik. Terlihat buruk karena aku melihat dari perspektif ketidaktahuan saja. Semua yang terjadi adalah baik.

Di saat-saat berat seperti ini, mungkin akan lebih mudah aku menghadapinya jika kamu ada di pihakku. Tapi entah apa rencanamu, kamu juga membuat satu hantaman kecil di hatiku malam ini. Lakukanlah sesuka hatimu.
Sudah hampir pukul 1 dini hari. Sudah hari Senin tanggal 12 Mei 2025. Aku belum tertidur, aku menginap di rumah Atina. Dan pikiranku dipenuhi sebuah pertanyaan. 

"Kenapa aku tidak pernah menang ya Allah?"

Ya, aku merasa terpuruk malam ini. Entah apa sebabnya. Aku merasa Allah lupa padaku. Aku merasa seperti sebatang pensil yang terselip jauh di dalam laci lemari paling bawah yang tak pernah dibuka. Merasa Allah tak pernah memperhatikanku.

Padahal, ya.. aku sungguh tak pandai bersyukur saja. Yang benar saja Esnida? Allah lupa?? Mustahil!!

ingat,
ุฃَูَุญَุณِุจْุชُู…ْ ุฃَู†َّู…َุง ุฎَู„َู‚ْู†َٰูƒُู…ْ ุนَุจَุซًุง
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja)?
Kamis, 8 Mei 2025

Pukul 21.55 wib, di suatu sudut di Citayam. Aku menghadapi hari-hari sepi yang berat. Bukan, bukan berat pekerjaan atau berat kegiatan apapun, tapi hatiku saja yang terasa sungguh berat. Aku ingin menekan tombol off di leherku kalau boleh.

Aku merasa tidak berguna, merasa semua orang membenciku, aku sungguh merasa seperti produk gagal yang harusnya dibuang atau dihancurkan. Tapi ya Rabb, tadi pagi baru saja aku membaca sebuah buku yang menjelaskan bahwa salah satu cara setan menyesatkan manusia adalah dengan membuatnya berputus asa.

Ya Allah, ya Illahi, Rabbi, ampunilah hamba yang lemah ini ya Allah. Sungguh tiada daya upaya kecuali atas kehendak-Mu. Tolonglah hamba yang lemah ini ya Rabb. Berilah hamba kekuatan untuk melawan segala bisikan ini. Berilah hamba kemampuan untuk menaklukkan hawa nafsu ini.

Ya Rabb, kenapa hari-hari ini terasa begitu membingungkan? Dadaku sesak tetapi juga hampa, pikiranku kalut tetapi juga kosong. Aku tau Engkau Maha Pemaaf dan juga Maha Penyayang. Tapi ya Rabb, pantaskah aku yang sering mengerjakan keburukan dan meninggalkan kebaikan ini mendapat kasih sayang-Mu?

Ya Rabb, meski begitu, aku tetap meminta kasih sayang-Mu wahai zat yang tiada sesembahan lain kecuali Engkau. Ya Rabbi, terima kasih, segala puji bagi-Mu.
 ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡، ู†ุญู…ุฏู‡ ูˆู†ุณุชุนูŠู†ู‡ ูˆู†ุณุชุบูุฑู‡ ูˆู†ุชูˆุจ ุฅู„ูŠู‡، ูˆู†ุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุดุฑูˆุฑ ุฃู†ูุณู†ุง ูˆู…ู† ุณูŠุฆุงุช ุฃุนู…ุงู„ู†ุง، ู…ู† ูŠู‡ุฏู‡ ุงู„ู„ู‡ ูู„ุง ู…ุถู„ ู„ู‡، ูˆู…ู† ูŠุถู„ู„ ูู„ุง ู‡ุงุฏูŠ ู„ู‡.

Segala puji bagi Allah. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, memohon ampun kepada-Nya, dan bertobat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

ูŠุง ุฃูŠู‡ุง ุงู„ู†ุงุณ، ุงุณู…ุนูˆุง ู‚ูˆู„ูŠ، ูุฅู†ูŠ ู„ุง ุฃุฏุฑูŠ ู„ุนู„ّูŠ ู„ุง ุฃู„ู‚ุงูƒู… ุจุนุฏ ุนุงู…ูŠ ู‡ุฐุง ููŠ ู…ูˆู‚ููŠ ู‡ุฐุง.

Wahai manusia, dengarkanlah ucapanku. Sesungguhnya aku tidak tahu apakah aku akan dapat bertemu lagi dengan kalian setelah tahun ini di tempat ini.

ุฃูŠู‡ุง ุงู„ู†ุงุณ، ุฅู† ุฏู…ุงุกูƒู… ูˆุฃู…ูˆุงู„ูƒู… ุนู„ูŠูƒู… ุญุฑุงู… ุฅู„ู‰ ุฃู† ุชู„ู‚ูˆุง ุฑุจูƒู… ูƒุญุฑู…ุฉ ูŠูˆู…ูƒู… ู‡ุฐุง، ููŠ ุดู‡ุฑูƒู… ู‡ุฐุง، ููŠ ุจู„ุฏูƒู… ู‡ุฐุง.

Wahai manusia, sesungguhnya darah kalian (jiwa), harta kalian adalah suci atas kalian sebagaimana sucinya hari ini, bulan ini, dan negeri ini.

ุฃู„ุง ู‡ู„ ุจู„ุบุช؟ ุงู„ู„ู‡ู… ูุงุดู‡ุฏ.

Ingatlah, apakah aku telah menyampaikan (risalah ini)? Ya Allah, saksikanlah!

ู…ู† ูƒุงู†ุช ุนู†ุฏู‡ ุฃู…ุงู†ุฉ ูู„ูŠุคุฏู‡ุง ุฅู„ู‰ ู…ู† ุงุฆุชู…ู†ู‡ ุนู„ูŠู‡ุง.

Barangsiapa yang memegang amanah, maka hendaklah ia mengembalikannya kepada orang yang mengamanahkannya.

ุฃู„ุง ูˆุฅู† ูƒู„ ุฑุจุง ู…ูˆุถูˆุน، ูˆู„ูƒู† ู„ูƒู… ุฑุคูˆุณ ุฃู…ูˆุงู„ูƒู… ู„ุง ุชุธู„ู…ูˆู† ูˆู„ุง ุชُุธู„ู…ูˆู†. ูˆุฅู† ุฑุจุง ุงู„ุนุจุงุณ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู…ุทู„ุจ ู…ูˆุถูˆุน ูƒู„ู‡.

Ketahuilah, segala bentuk riba dihapuskan. Namun kalian tetap berhak atas pokok harta kalian. Jangan menzalimi dan jangan dizalimi. Dan riba dari pamanku, Abbas bin Abdul Muththalib, semuanya dihapuskan.

ูุงุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุงู„ู†ุณุงุก، ูุฅู†ูƒู… ุฃุฎุฐุชู…ูˆู‡ู† ุจุฃู…ุงู† ุงู„ู„ู‡، ูˆุงุณุชุญู„ู„ุชู… ูุฑูˆุฌู‡ู† ุจูƒู„ู…ุฉ ุงู„ู„ู‡.

Bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan wanita, karena sesungguhnya kalian mengambil mereka sebagai istri dengan amanah Allah dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah.

ูˆู„ูƒู… ุนู„ูŠู‡ู† ุฃู„ุง ูŠูˆุทุฆู† ูุฑุดูƒู… ุฃุญุฏًุง ุชูƒุฑู‡ูˆู†ู‡، ูุฅู† ูุนู„ู† ูุงุถุฑุจูˆู‡ู† ุถุฑุจًุง ุบูŠุฑ ู…ุจุฑุญ، ูˆู„ู‡ู† ุนู„ูŠูƒู… ุฑุฒู‚ู‡ู† ูˆูƒุณูˆุชู‡ู† ุจุงู„ู…ุนุฑูˆู.

Dan hak kalian atas istri-istri kalian adalah bahwa mereka tidak boleh memasukkan seseorang yang tidak kalian sukai ke tempat tidur kalian. Jika mereka melakukannya, kalian boleh menghukum mereka dengan hukuman yang tidak menyakitkan. Dan kewajiban kalian terhadap mereka adalah memberi nafkah dan pakaian dengan cara yang baik.

ูˆู‚ุฏ ุชุฑูƒุช ููŠูƒู… ู…ุง ุฅู† ุงุนุชุตู…ุชู… ุจู‡ ูู„ู† ุชุถู„ูˆุง ุจุนุฏูŠ، ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู†ุฉ ู†ุจูŠู‡.

Aku tinggalkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh padanya, maka kalian tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnah Nabi-Nya.

ุฃูŠู‡ุง ุงู„ู†ุงุณ، ุฃู„ุง ุฅู† ุฑุจูƒู… ูˆุงุญุฏ، ูˆุฅู† ุฃุจุงูƒู… ูˆุงุญุฏ. ูƒู„ูƒู… ู„ุขุฏู… ูˆุขุฏู… ู…ู† ุชุฑุงุจ. ุฅู† ุฃูƒุฑู…ูƒู… ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฃุชู‚ุงูƒู….

Wahai manusia, ketahuilah bahwa Tuhan kalian satu, dan bapak kalian satu (yaitu Adam). Kalian semua berasal dari Adam, dan Adam diciptakan dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.

ู„ูŠุณ ู„ุนุฑุจูŠ ุนู„ู‰ ุฃุนุฌู…ูŠ ูุถู„ ุฅู„ุง ุจุงู„ุชู‚ูˆู‰.

Tidak ada keutamaan bagi orang Arab atas non-Arab, tidak juga non-Arab atas Arab, kecuali dengan takwa.

ุฃู„ุง ู‡ู„ ุจู„ุบุช؟ ุงู„ู„ู‡ู… ูุงุดู‡ุฏ.

Ingatlah, apakah aku telah menyampaikan (risalah ini)? Ya Allah, saksikanlah!
Senin, 28 April 2025

Sejak lebaran awal bulan lalu, banyak sekali yang memutarkan lagu latar film Jumbo. "bila nanti.. badai kan datang,.. angin akan buat kau goyah.. maafkan.. hidup memang.. ingin kau lebih kuat,..."

Bagaimana ya caranya? Agar orang-orang tau, kalau badainya sudah datang. Atau ini hanya aku saja? Ya, mungkin badai ini hanya untukku saja. Ya Allah, maka kuatkanlah.

mereka adalah obat
Sabtu, 26 April 2025

Seseorang meninggal tadi malam, tapi aku tidak. Seseorang juga tak bangun lagi pagi ini, tapi aku bangun. Aku masih diberi kesempatan.

Aku tidak tau harus menuliskan apa sekarang, yang aku tau aku butuh menulis. Seorang teman menghadapi ujian skripsi hari ini. Momen yang cukup penting dalam hidupnya. Semoga ilmunya bermanfaat dan menjadi berkah.

Hari ini juga hari yang cukup penting bagiku. Hari penentuan langkah hidupku selanjutnya. Singkat cerita, ini adalah hari terakhir aku tinggal di Pamulang.

Setelah 9 setengah tahun, tak ku sangka hari ini benar-benar hari terakhir. Ahh, aku ingin menangis. Sudah sejauh ini, dan aku tetap saja terus sendiri. Aku hebat ya.

Ah, sungguh aku ingin berteriak agar seluruh dunia mendengar! Aku nggak mau sendiri! Aku bingung dan takut! 

Astagfirullah,
ya.. aku memang teman yang baik untuk diriku sendiri, Alhamdulillah. Otakku ini, tiba-tiba saja ingat dengan Al-Qur'an, terima kasih ya Allah

ูَู…َู† ุชَุจِุนَ ู‡ُุฏَุงู‰َ ูَู„َุง ุฎَูˆْูٌ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„َุง ู‡ُู…ْ ูŠَุญْุฒَู†ُูˆู†َ
"maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati"
-QS. 2:38-
Rabu, 23 April 2025

Sepertinya memang begitu cara kerja dunia, bahwa kita semua tak pernah lepas dari ketakutan. Begitu pula aku, meski tak pernah mengakui, hati dan rasa tidak pernah bisa dibohongi.

Namun kali ini, aku (seperti) bahagia dengan rasa takutku. Karena rasa takutku sekarang adalah takut tidak bisa membaca ayat-ayat Allah, takut tidak mampu membaca tanda-tanda kebesaran Allah, takut melewatkan pesan-pesan Allah.

Ya Rabb, aku tau Engkau Maha Mendengar, maka ya Rabb, ampunilah saja semua dosa-dosaku. Tolong bahagiakan hati orang-orang yang pernah ku sakiti.

Ya Illahi, Rabbi, Engkau tentu paham maksudku, aku percaya Engkaulah yang paling dekat. Terima kasih ya Allah.
Selasa, 22 April 2025

Hari ini aku sampai pada satu titik kesadaran baru. Bahwa aku harus memisahkan diri dari tubuhku untuk mencintainya. Bahwa aku adalah sesosok ruh, yang Allah tempatkan di tubuh ini.

Tubuh inilah yang bisa dan boleh aku pakai untuk melakukan semua aktivitas penghambaan. Tubuh inilah yang bisa dan boleh aku pakai untuk melakukan semua aktivitas yang ada di dunia. Tubuh ini adalah titipan Allah.

Aku juga diberi kebebasan penuh untuk mengatur tubuh ini. Maka dari itu, aku harus menjaga, merawat, dan mencintainya baik-baik. Agar tidak rusak, agar tidak sakit-sakitan, agar kuat.

Lalu aku dan tubuh ini bisa bekerjasama untuk menegakkan agama Allah. Untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya untuk hamba Allah yang lain.

Ya Rabb, terima kasih. Alhamdulillah, Engkau baik sekali padaku ya Rabb⁠♡
Jum'at, 18 April 2025

Hari ini aku tidur siang. Langsung terbangun saat dering pertama handphoneku menyala. Umak nelpon, juga tepat saat azan sholat Jum'at berkumandang.

Obrolan biasa. Tentang keluarga kami, tentang pekerjaan, tentang cuaca, tentang kebun, dan juga tentang pemilu ulang di kabupaten Empat Lawang.

20 menit lebih beberapa detik berlalu, umak bilang mau mencuci baju yang sudah direndam. Yasudah, ku bilang aku akan mematikan teleponnya.

Tapi detik-detik itu terus bertambah. Umak, seperti seseorang yang sudah latihan untuk mengucapkan, mengucapkan beberapa kalimat. Umak benar-benar menyuruhku menikah. Sangat formal, sangat legal. Restu itu benar-benar sudah diturunkan untukku. Aku menjawab iya-iya saja, sedikit kaget juga.
Ya Allah, ya Illahi, Rabbi. Aku tau dosaku banyak. Aku tau diriku ini masih jauh sekali dari hamba-Mu yang amanah itu. Aku paham bahwa aku harus berusaha, harus berjuang, harus bekerja melakukan segala sesuatu agar aku layak menjadi hamba-Mu yang Engkau cintai.

Namun ya Rabb, bukankah ampunan-Mu lebih luas daripada murka-Mu? Bukankah Engkau Maha Mendengar? Bukankah Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang? Bukankah Engkau adalah yang Maha Pemurah? Bukankah Engkau Maha Membolak-balikkan hati? Bukankah Engkau Maha Kuasa?

Aku paham ya Rabb, tidak pantas bagiku untuk meminta semua kemudahan ini, tapi ya Rabb.. hanya kepada-Mu aku bisa meminta segalanya, wahai penciptaku.

Wahai zat yang berkuasa atas segalanya, yang menguasai apa yang ada di dalam diriku dan menguasai yang di luar diriku. Wahai zat yang menguasai apa yang ada di langit dan di bumi, yang menguasai pula apa yang ada diantara keduanya, ampunilah aku, tolonglah aku, kasihani aku. Bersihkanlah aku, dan aturlah aku. 

Tetapkan aku agar selalu berada di dalam jalan-Mu. Tuntunlah aku, bukalah pendengaan, penglihatan, dan hati nuraniku. Jangan pernah lepaskan aku, jangan pernah biarkan aku tersesat, jangan pernah biarkan aku menzolimi diri sendiri.

Terima kasih wahai zat yang Maha Kuasa. Segala puji bagi-Mu, Tuhan semesta alam.
Apakah yang menjadi rahasia dibalik cinta terbesar yang tertanam di hati Rasulullah untuk bunda Khadijah?

Iyalah sifat Wafa'
Wafa' artinya habis-habisan. Bunda Khadijah telah habis-habisan dalam membantu Rasulullah mengemban amanah-amanahnya. Harta, jiwa, dan raga beliau persembahkan dalam perjalanan dakwah. Bunda Khadijah rela habis-habisan demi Allah.

Sifat wafa' ini murni berbai'at akan mencintai seseorang seumur hidup. Walaupun seseorang itu punya kekurangan dan kelemahan, tetap saja membuat cinta yang seutuhnya, sebenar-benarnya. Sifat wafa' ini akan membuat seseorang mampu mengikhlaskan segalanya.

TOTALITAS.
"If everything around you seems dark, look again—you may be the light"

Malam-malam, tiba-tiba, aku terngiang dengan quotes ini. sekarang jam 01.04 dini hari. Tanggal 8 April 2025. Sampai ku tunda lagi tidurku untuk menelusuri, ini quotes punya siapa?

Ternyata tidak ada tokoh ataupun orang yang menjadi asal dari quotes ini. Quotes ini anonim, tapi sering dikaitkan dengan Rumi. Pendapat paling kuat adalah, quotes ini terinspirasi dari karya-karya Rumi.

Kebekuan kepalaku mulai sedikit mencair, mulai tenang setelah tiba-tiba mengiangkan quotes ini. Tapi aku tetap harus tidur. Kita pikirkan lagi besok. Mungkin benar adanya,

jika segala hal di sekitarmu tampak gelap, lihatlah sekali lagi—mungkin kaulah cahayanya.
Aku melihat seorang pemuda menyanyi malam ini. Demi memperjuangkan beberapa rupiah. Suaranya bagus sekali, menyanyi dengan penuh penghayatan.

Ada yang membuat diriku terdiam, hatiku menggigil saat pemuda itu menyanyikan lirik "Tuhan, aku ini lahir untuk siapa?" Dan lalu pikiranku melayang, menggumamkan "ya Rabb, mengapa pula Engkau tetap pertahankan aku di dunia ini? Untuk apa ya Allah? Apa yang mau Engkau lakukan di dunia ini dengan menggunakan aku ya Allah?
Mereka semua bertanya aku mau ke mana. Sedangkan aku masih bertahan dan sesekali berusaha menyalakan api, agar aku tidak mati. Mereka tidak salah, mereka mengkhawatirkanku, mereka sayang padaku. Aku saja yang tidak pandai bersyukur, tidak tahu berterima kasih. Bukan, bukan begitu, aku hanya tidak bisa merasakan apa-apa. Aku tidak bisa merasakan sayang mereka, aku tidak bisa mengerti khawatir mereka. Kenapa hatiku ini? Apa dia masih ada?
Soulmates do exist, and it took me a while to believe that. But now I know it's true.

and now she's falling, doesn't even know it yet. 
Ahad dini hari, 30 Maret 2025

Pukul 01.30 wib, hari terakhir Ramadan 2025. Aku terlambat memasuki Ramadan dan selesai Ramadan duluan tahun ini. Aku baru berpuasa di di hari ke-6, dan sudah selesai puasa di hari ke 27. Puasaku hanya 22 hari, tidak bisa lebih.

Aku ikut full itikaf di 10 malam terakhir. Setulusnya ku katakan, Ramadan tahun ini adalah yang paling berarti sepanjang hidupku sejauh ini. Hatiku seperti terbuka, terasa mulai bernapas dan memunculkan secercah harapan kehidupan.

Kepercayaanku pada Allah naik pada tingkat selanjutnya. Kepasrahanku pada hidup mulai berubah menjadi tawakal. Aku merasakan begitu banyak kasih sayang Allah. Aku merasa Allah telah memperhatikanku, benar-benar merasa ada Allah. Aku sudah tidak takut pada banyak hal, karena ada Allah.

Pada malam ke-17 lalu, saat buka bersama di Aqsyanna, aku menemukan sepasang mata itu. Entah akan menjadi seperti apa takdir kami ya Rabbi, entah memang kami berjodoh, atau hanya sekedar perasaan dan hayalanku saja, aku tau ketentuan Allah selalu adalah yang terbaik.

Ramadan tahun ini, sungguh tak terbayangkan akan menjadi begini. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, ya Illahi, Rabbi atas nikmat-Mu. Air mata dan tawa ini sungguh telah menghidupkanku.
Senin, 17 Maret 2025

Tadi malam, di selasar rumah Al-Qur'an Aqsyanna, posisiku duduk di kursi meja registrasi, posisimu duduk di tangga bagian kiri. Kamu mengobrol dengan seorang teman, kamu menghadap ke arah kanan dan sesekali melayangkan pandangan ke arah belakang.

Aku sibuk dengan makananku, tapi sejujurnya, sesekali aku mencuri pandang ke arah kamu.  Lalu pada suatu titik, mata kita bertemu. Pandangan kita menyatu. Benar-benar bertemu, senyata itu, dan aku tau pandangan itu bukanlah pandangan biasa.

Sejujurnya aku jadi salah tingkah, sampai tersedak kuah odeng. Tapi hatiku senang sekali, semua terasa benar dan bermakna.

Sekilas aku seperti bisa memastikan, bahwa pertemuan mata kita semalam adalah awal dari perjalanan persatuan kita. Harapan itu benar-benar muncul dan tampak nyata. Rasanya aku ingin memvalidasi saja bahwa kita memang benar adalah sesuatu.

Aku sudah sering sekali mengatakan bahwa terserah Allah saja. Aku ikut dan turut semua yang Allah tugaskan padaku. Karena pilihan dan rencana Allah adalah yang terbaik untukku.

Dan jika, jika saja ternyata, yang terbaik untukku menurut Allah itu adalah kamu, ah alangkah bahagia dan indahnya hidup ini. Rasa-rasanya persatuan kita berdua bisa mengelevasi banyak hal untuk umat ini.

Semoga saja.. bismillah 
Khadijah pernah ditanya oleh wanita Mekkah, "Betapa bahagianya kau Khadijah menikah dengan Nabi yang mulia"

Dengan linangan air matanya Khadijah menjawab, "Ketahuilah bahwa sejak aku menikah dengan Rasulullah, ku tak pernah lagi memikirkan kebahagiaanku, yang kupikirkan hanya bagaimana agar Rasulullah selalu bahagia menikah denganku".

Cantik sekali. Begitu indah dan agung. Semoga aku bisa mencapai titik itu. Bismillah. Tolong jadikan aku sosok Khadijah itu ya Allah, ya Illahi, Rabbi
Ahad, 9 Maret 2025

Tepat 1 bulan sejak terakhir kali kita bertemu. Ku pikir rinduku yang menggebu itu akan lenyap tak bersisa seiring berlalunya waktu.

Ternyata tidak juga. Rindu ini memang sudah tak lagi menggebu, namun tetap hidup dan terpelihara. Tetap mengalir dan bergemercik dengan tenang.

Aku mendengar suaramu beberapa detik tadi malam. Melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Suara yang membuatku kembali memejamkan mata, dan bertanya-tanya di dalam kepala, "Kamu ini sebenernya siapa?"

Mengapa aku merasa kenal sekali dengan suaramu? Seperti telingaku sudah terbiasa dengan obrolan panjang bersama suaramu? Apakah kita memang sedekat itu di alam yang terdahulu?

Kalau memang begitu, bolehkah kita bersatu saja saat ini? Kita menjalani hidup bersama saja di dunia ini? Sama-sama kita menjalankan misi kita turun ke dunia. Sama-sama kita berjalan menuju kepulangan ke surga-Nya.
Senin, 3 Maret 2025

Ya Allah pengen nangis. Tapi aku kuat kan ya Allah?
Sabtu, 1 Maret 2025

Hari puasa pertama Ramadan tahun ini, tapi aku tidak puasa. Mungkin baru puasa di hari ke-8 nanti. Aku sedikit sedih, tapi tidak apa-apa. Perutku juga sakit, setengah badan nyeri-nyeri dari perut sampai ujung kaki. 

Tapi hari ini aku lumayan produktif. Sat set.
Sudah hampir tengah hari, dan aku akan masak. Aku di rumah sendiri.

Tadi pagi sunrise datang dengan indah. Ah.. Ramadan hari pertama, 1446 H. Alhamdulillah 

Kamis, 27 Februari 2025

Cape memang. Pusing memang. Tapi tolong tahan ya. Tolong bertahan. Cape dan pusing inilah yang akan menumbuhkan diri kita. Cape dan pusing inilah yang akan membesarkan jiwa kita. Cape dan pusing inilah yang menjadi wasilah datangnya kasih sayang Allah.

Allah tak pernah meninggalkan kita. Allah selalu ada, dan selalu melihat perjuangan dan usaha kita. Bertahanlah. Sedikit lagi.
Ketika kita menulis, orang-orang akan tau siapa kita sebenarnya. Siapa yang menulis ini? Apa isi kepalanya? Apakah dia bisa menjadi teman perjalanan yang cocok atau tidak?
-Benaya Harobu-
Jum'at, 14 Februari 2025

Orang bilang laki-laki itu berencana. Mereka membuat rencana untuk datang kepadamu. Jadi tenang saja, suatu hari ketika dia sudah merasa siap, dan Allah telah menetapkan, dia akan datang.

Tapi jujur, saat ini aku merasa gelisah karena dia terasa berubah. Dia tak lagi ramah dan seperti menjauh. Apa dia sudah kehilangan minat? Apa dia sudah berubah pikiran? Atau memang, dia sedang mempersiapkan?

Entahlah.. tenang saja Esnida. Allah telah tetapkan yang terbaik untukmu, untuk dia, dan untuk kalian berdua. Jika memang takdirnya, Allah akan memudahkan dan membuka jalan ketika waktunya telah tiba.
Kamis, 13 Februari 2025

Kehidupan terasa semakin gelap dan menyakitkan hari ini. Tapi kata orang, semakin gelap malam, artinya semakin dekat dengan cahaya pagi. Aku sudah tidak kuat, tapi aku tetap bertahan. Aku tidak mau menyerah. Aku tau sebentar lagi pagi akan datang.

Alhamdulillah, Allah tetap memberi segala nikmat. Ketenangan di tengah huru-hara yang harus diselesaikan. Pasti selesai, Es.. pasti. Bismillah.

Hiburan. Tiba-tiba saja aku teringat saat bu Ellin berterima kasih dengan hebohnya, dan mendoakan agar aku mendapat jodoh yang soleh. Saat itu pas sekali saat kamu sampai dan lewat di belakangku.

Aku baru menyadarinya tadi malam. Kamu datang pas pada waktu bu Ellin mendoakan semoga aku dapat jodoh yang soleh. Apakah ini sebuah pertanda? Kalau iya, ini adalah pertanda kedua bagiku, bahwa dia yang ditakdirkan Allah itu, adalah kamu.
Senin, 10 Februari 2025

Bagaimana jika suatu hari kita bertemu dengan seseorang yang bisa mengajak kita pergi menemui diri kita sendiri? Seseorang yang begitu ramah dan berkasih sayang, yang lebih mengerti diri kita daripada diri kita sendiri.
Ahad, 9 Februari 2025

Aku lelah. Aku ingin marah kepada semua orang. Aku ingin marah kepada keadaan. Tapi tidak, tidak. Aku sudah belajar bersabar. Aku harus berusaha bersabar dan tetap menjalani semuanya.

Kamu tau Es? Banyak sekali hal yang patut kita syukuri hari ini. Segala yang terjadi adalah yang terbaik. Kekecewanmu, perihnya lukamu, hampa nya hatimu, serahkan semua itu kepada Allah. 

Kamu tidak pernah sendirian. Cobalah untuk tenang, dan kamu akan melihat dan merasakan kasih sayang-Nya tak pernah pergi darimu. Tenanglah wahai hambanya Allah. Kamu bisa.
Sabtu, 8 Februari 2025

Masih malam ya Rabb. Semakin dingin dan mengkhawatirkan. Tapi aku yakin siang segera datang. Aku tau Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tak mungkin Engkau menelantarkanku.

Ampuni hamba ya Rabb. Teguhkanlah hati ini ya Rabb. Temani hamba dan jangan Engkau tinggalkan. Maha Suci Engkau, Tuhan semesta alam.
Jum'at, 7 Februari 2025

Memang tidak selalu seperti yang kamu harapkan, Es. Mereka mengajakmu ikut berlari, di saat kakimu sedang patah. Mereka tidak tau, dan inilah resiko yang harus diderita karena tidak mau bercerita.

Mereka tidak jahat, mereka hanya tidak tau.
ya Rabb, ya Illahi, tak pernah aku temui malam yang gelap, dingin dan menakutkan yang tidak diiringi siang
Rabu, 5 Februari 2025

Sudah seminggu lebih aku uring-uringan begini. Hatiku mudah sekali tersakiti. Melihat temanku menulis "dipisah" dengan "di" dan "pisah" yang dipisah pun aku ingin marah rasanya. Aku ingin meledak dan berteriak-teriak!

Aku tidak tau kenapa aku marah. Terlebih lagi kepada teman-temanku. Apapun yang mereka lakukan terlihat salah di mataku. Segala hal yg mereka katakan terdengar seperti menyerang diriku. Aku merasa mereka lancang dan membicarakanku di belakang.

Apa yang salah padaku ya Rabb?? Kenapa aku begini? Aku merasa buruk sekali ya Illahi Rabbi
Tertulis di dalam catatan harian ku, pada bulan Mei tahun 2022:

"Sekarang aku sudah menyerahkan urusan ini pada Allah. Aku sudah memutuskan untuk mengharapkan yang dipilihkan oleh-Nya saja. Karena aku tau, pilihan-Nya adalah yang terbaik. Aku tidak akan mengharapkan siapa-siapa lagi. Terserah Allah saja. Yang ku tau, Allah akan memberi jalan dan memudahkan urusan itu jika waktunya sudah tiba."

"Aku yakin Allah itu maha pengasih. Allah tau bahwa dia dan aku bukanlah Adam dan Hawa yang mampu berpisah beratus-ratus tahun. Mungkin dia juga merindukanku malam ini. Aku yakin Allah sudah mengatur pertemuan kami."

Senin, 3 Februari 2025

Ampuni hamba ya Rabb, ya Illahi. Tadi aku berpikir bahwa mungkin saja Engkau sibuk mengurus mahluk-Mu yang lain dan aku harus sabar menunggu. Padahal Engkaulah Tuhan yang Maha Kuasa, Engkau sanggup melakukan segalanya dalam waktu yang sama, dalam sekejap mata, bahkan waktu pun ada dalam kuasa-Mu.

Maafkan hamba yang lemah dan bodoh ini ya Illahi Rabbi. Ampuni hamba. Tolong bersihkan lah saja hamba ya Rabb. Jadikanlah hamba perpanjangan tangan rahmat-Mu untuk segenap makhluk yang bertemu denganku. Ridhoilah aku, sayangilah aku ya Rabb. Ampuni aku.
Adakah dia masih bertahan dalam kehidupannya di dunia ini? Dia, seorang gadis yang kerjanya nangis-tidur-nangis-tidur-nangis-tidur pada semua waktu sendirinya? Aku ingin bertanya sesuatu,
Saturday, February 1, 2025

All my life, I thought I was alone on this Earth. When I met those two girls, I thought I had found my people. Now a year has passed with them, and I realize I was right—I’m still alone.
pernah dengar istilah "hurt people hurt people"?

kurang lebih itulah yang mungkin sedang terjadi padaku sekarang. aku sengaja menarik diri untuk sementara, karena khawatir badai ini membuatku tak sengaja menyerang orang-orang. aku tidak mau menyakiti siapapun.
Jum'at, 31 Januari 2025

Kadang aku merasa iri kepada teman-temanku di sosial media. Pencapaian mereka keren-keren sekali. Mereka menang lomba ini, menang lomba itu, karir menanjak tinggi, pergi ke sini dan ke situ, membuka bisnis ini dan itu, berjejaring dengan orang-orang hebat di lembaga ini dan itu, mengikuti kegiatan ini dan itu, terbang kesini dan kesitu, mengurus rumah tangga dengan 2 anaknya, mengajar puluhan anak dan berbagi kebahagiaan untuk mereka.

Hemm.. kadang sulit rasanya untuk bersyukur dengan apa yang sudah dipunya. Sering sekali merasa tertinggal dan kurang. Merasa belum bekerja dengan keras, merasa belum serius menjalani hidup, merasa terlalu banyak santai, merasa terlalu pengecut untuk mengambil kesempatan, merasa tak punya modal untuk tumbuh dan berkembang.

Hari-hariku terasa begini-begini saja. Selalu sibuk dengan hal yang sama, di tempat yang sama. Tidak pernah kemana-mana, tak ada perkembangan yang terlihat "wah". Apakah aku salah mengambil jalan?

Ampuni hamba ya Illahi Rabbi, faghfirli..